Hubungan antara Miskomunikasi Organisasi dan Lingkungan Kerja Toksik terhadap Kinerja Karyawan di PT SBW
DOI:
https://doi.org/10.64845/optimanus.v2i1.141Keywords:
Kinerja Karyawan, Komunikasi Organisasi, Lingkungan Kerja Toksik, Miskomunikasi Organisasi , Sumber Daya ManusiaAbstract
Miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik merupakan dua faktor yang berpotensi menurunkan kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Kondisi komunikasi yang tidak efektif, ditandai dengan informasi yang tidak jelas, pesan yang ambigu, serta kurangnya keterbukaan antarindividu, dapat memicu konflik dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat. Lingkungan kerja toksik yang ditandai dengan tekanan psikologis, hubungan kerja yang tidak harmonis, serta minimnya dukungan organisasi berimplikasi langsung pada menurunnya motivasi dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik terhadap kinerja karyawan di PT SBW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT SBW yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator miskomunikasi organisasi, lingkungan kerja toksik, dan kinerja karyawan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta pengaruh simultan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskomunikasi organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, lingkungan kerja toksik juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan kinerja karyawan di PT SBW. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan komunikasi organisasi yang efektif serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, serta kontribusi praktis bagi manajemen PT SBW dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja karyawan melalui perbaikan komunikasi dan lingkungan kerja.
References
Adler, P. S., & Kwon, S. W. (2002). Social capital: Prospects for a new concept. Academy of Management Review, 27(1), 17–40. https://doi.org/10.5465/amr.2002.5922314 DOI: https://doi.org/10.2307/4134367
Ahmed, Z., Shields, F., White, R., & Wilbert, J. (2010). Managerial communication: The link between frontline leadership and organizational performance. Journal of Organizational Culture, Communications and Conflict, 14(1), 107–120.
Argyris, C. (1991). Teaching smart people how to learn. Harvard Business Review, 69(3), 99–109.
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands–resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328. https://doi.org/10.1108/02683940710733115 DOI: https://doi.org/10.1108/02683940710733115
Barrett, D. J. (2006). Leadership communication: A communication approach for senior-level managers. The Journal of Business Communication, 43(4), 385–390. https://doi.org/10.1177/0021943606291549
Brown, M. E., & Treviño, L. K. (2006). Ethical leadership: A review and future directions. The Leadership Quarterly, 17(6), 595–616. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2006.10.004 DOI: https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2006.10.004
Clampitt, P. G., DeKoch, R. J., & Cashman, T. (2000). A strategy for communicating about uncertainty. Academy of Management Executive, 14(4), 41–57. https://doi.org/10.5465/ame.2000.3979815 DOI: https://doi.org/10.5465/ame.2000.3979815
Conrad, C., & Poole, M. S. (2012). Strategic organizational communication. Journal of Communication Management, 16(4), 365–381. https://doi.org/10.1108/13632541211278975
De Vries, R. E., Bakker-Pieper, A., & Oostenveld, W. (2010). Leadership communication style and employee satisfaction. Journal of Business and Psychology, 25(3), 367–380. https://doi.org/10.1007/s10869-009-9140-1 DOI: https://doi.org/10.1007/s10869-009-9140-2
Edmondson, A. (1999). Psychological safety and learning behavior in work teams. Administrative Science Quarterly, 44(2), 350–383. https://doi.org/10.2307/2666999 DOI: https://doi.org/10.2307/2666999
Gibson, C. B., & Gibbs, J. L. (2006). Unpacking the concept of virtuality: The effects of geographic dispersion. Administrative Science Quarterly, 51(3), 451–495. https://doi.org/10.2189/asqu.51.3.451 DOI: https://doi.org/10.2189/asqu.51.3.451
Gani, J. (2014). Pengaruh Hambatan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Midtown Surabaya. Jurnal e-Komunikasi, 2(1), 1-10.
Hackman, J. R., & Oldham, G. R. (1976). Motivation through the design of work. Organizational Behavior and Human Performance, 16(2), 250–279. https://doi.org/10.1016/0030-5073(76)90016-7 DOI: https://doi.org/10.1016/0030-5073(76)90016-7
Kahn, W. A. (1990). Psychological conditions of personal engagement and disengagement at work. Academy of Management Journal, 33(4), 692–724. https://doi.org/10.5465/256287 DOI: https://doi.org/10.2307/256287
Keyton, J. (2011). Organizational culture and communication. Journal of Organizational Change Management, 24(1), 20–33. https://doi.org/10.1108/09534811111102306 DOI: https://doi.org/10.1002/9781118955567.wbieoc155
Lestary, L., & Chaniago, H. (2017). Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Riset Bisnis dan Investasi, 3(2), 94–103. https://doi.org/ DOI: https://doi.org/10.35313/jrbi.v3i2.937
Men, L. R., & Stacks, D. W. (2014). The impact of leadership style and employee empowerment. Journal of Public Relations Research, 26(4), 301–324. https://doi.org/10.1080/1062726X.2014.908720 DOI: https://doi.org/10.1080/1062726X.2014.908720
Morrison, E. W. (2011). Employee voice behavior: Integration and directions for future research. Academy of Management Annals, 5(1), 373–412. https://doi.org/10.5465/19416520.2011.574506 DOI: https://doi.org/10.5465/19416520.2011.574506
Redding, W. C. (1972). Communication within the organization. Industrial and Organizational Psychology Review, 3(1), 75–90.
Megaster, T. (2023). Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Dynamic Management Journal, 7(2), 203-214. http://dx.doi.org/10.31000/dmj.v7i2 DOI: https://doi.org/10.31000/dmj.v7i2
Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership. American Psychologist, 65(4), 280–293. https://doi.org/10.1037/a0018370 DOI: https://doi.org/10.1037/a0018370
Suwandana, I. M. A. (2018). Pengaruh Komunikasi, Konflik Peran dan Stres Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Penta Valent di Denpasar. International Journal of Social Science and Business, 2(2), 55-60. DOI: https://doi.org/10.23887/ijssb.v2i2.16206
Tourish, D., & Robson, P. (2006). Sensemaking and the distortion of communication. Journal of Management Studies, 43(4), 711–730. https://doi.org/10.1111/j.1467-6486.2006.00608.x DOI: https://doi.org/10.1111/j.1467-6486.2006.00608.x
Wicaksana, A. H., Rakhmad, W. N., & Lestari, S. B. (n.d.). Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi Ikatan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri. Interaksi Online, 10(4), 488-497.
Top of Form Bottom of Form
Wicaksana, A. H., Rakhmad, W. N., & Lestari, S. B. (n.d.). Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi Ikatan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri. Interaksi Online, 10(4), 488-497.
Zhang, Z., & Bartol, K. M. (2010). Linking empowering leadership and employee creativity. Academy of Management Journal, 53(1), 107–128. https://doi.org/10.5465/amj.2010.48037118Gani, J. (2014). Pengaruh Hambatan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Midtown Surabaya. Jurnal e-Komunikasi, 2(1), 1-10. DOI: https://doi.org/10.5465/amj.2010.48037118



