Status Sosial Ekonomi sebagai Determinan Status Gizi pada Remaja Putri: Studi di SMA Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.64845/clinergy.v1i2.120%20Keywords:
Kesehatan Remaja , Sosial Ekonomi , Status Gizi , Remaja PutriAbstract
Status gizi remaja putri merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan reproduksi, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan status gizi adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, yang memengaruhi akses terhadap pangan, layanan kesehatan, dan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan status gizi remaja putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja putri yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Data sosial ekonomi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan pendapatan keluarga, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel sosial ekonomi dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara faktor sosial ekonomi dan status gizi remaja putri. Remaja putri yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki status gizi normal dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi sosial ekonomi berperan penting dalam menentukan status gizi remaja putri.
References
Aswanto, A. R. A., & P. E. (2023). Pengaruh edukasi gizi menggunakan e-booklet terhadap pengetahuan gizi, sikap dan perilaku sarapan remaja. Prosiding Simposium Kesehatan Nasional, 2(1), 228–233.
Aminuddin, A., & Syamsuddin. (2020). Faktor sosial ekonomi keluarga terhadap status gizi remaja putri. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 67–75. https://doi.org/10.14710/jgi.8.2.67-75
Arisman. (2019). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC.
Barker, M., et al. (2018). Socioeconomic determinants of adolescent nutrition. Public Health Nutrition, 21(12), 1–10. https://doi.org/10.1017/S136898001800120X
Best, C., Neufingerl, N., van Geel, L., van den Briel, T., & Osendarp, S. (2010). The nutritional status of school-aged children. Nutrition Reviews, 68(3), 171–182. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2010.00290.x
Chandra, F., & Aisah, A. (2023). Hubungan sosial ekonomi terhadap status gizi remaja putri di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(1), 188. https://doi.org/10.36565/jab.v12i1.683
Dewi, W. (2023). Edukasi pintar remaja tentang stunting dalam upaya pencegahan stunting secara dini. Jurnal Kesehatan STIKes Cirebon, 9(1), 45–53. https://doi.org/10.38165/jk.v15i1.415
Handayani, T. Y. (2023). Konsumsi kurma (Phoenix dactylifera) terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja dengan anemia. Jurnal Kesehatan STIKes Cirebon, 9(1), 54–61. https://doi.org/10.38165/jk.v15i1.422
Khofifah, N., & Mardiana, M. (2023). Biskuit daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri yang anemia. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 8(1), 43. https://doi.org/10.30867/action.v8i1.614
Kustiyah, L., Dwiriani, C. M., Studi, P., Gizi, S., Tinggi, S., Kesehatan, I., Husada, B., Bogor, K., Barat, J., Masyarakat, D. G., Manusia, F. E., & Barat, J. (2024). Hubungan antara sosial ekonomi, demografi dan kualitas konsumsi pangan dengan status gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 6(1), 31–40.
McLeroy, K. R., Bibeau, D., Steckler, A., & Glanz, K. (1988). An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), 351–377. https://doi.org/10.1177/109019818801500401
Melyani, R., & Alexander, R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 09 Pontianak tahun 2019. Jurnal Kebidanan, 8(2), 394–403.
Notoatmodjo, S. (2020). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramadhani, I. P., & Ayudia, F. (2018). Hubungan status gizi dan status ekonomi dengan anemia pada remaja putri tahun 2017. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK), 12(2), 77–83.
Rompas, K. F., Punuh, M. I., Kapantow, N. H., & Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. (2016). Hubungan antara sosial ekonomi keluarga dengan status gizi pada pelajar di SMP wilayah Kecamatan Malalayang 1 Kota Manado. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 5(4), 134–140.
Sari, D. P., Putri, E. M., & Ramadhan, F. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 8(1), 21–28.
Sary, Y. N. E. (2021). Hubungan sosial ekonomi orang tua tunggal dengan frekuensi makan dan status gizi remaja. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 112–118.
Umriaty, U., Rahmanindar, N., Zukhrufiana, I. R., & Qudriani, M. (2022). Pendidikan gizi dan penilaian status gizi bagi remaja calon ibu sehat sebagai upaya untuk mencegah stunting di SMA Ikhsaniah Kota Tegal. Martabe: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(7), 2532–2537.
Widya, N. P., Pratiwi, D., & Lestari, Y. (2021). Status ekonomi keluarga dan status gizi remaja di Yogyakarta. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia, 3(2), 101–107. https://doi.org/10.14710/jgki.3.2.101-107
World Health Organization. (2018). Adolescent nutrition: A review of the situation in selected South-East Asian countries. WHO Regional Office for South-East Asia. https://apps.who.int/iris/handle/10665/274364
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Luluk Isnati Andini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Faqih Abdul Akbar, Kelelahan sebagai Determinan Depresi Postpartum pada Ibu Nifas , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Jamal Maulana Haris, Analisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga dalam Upaya Pencegahan HIV/AIDS di Pekanbaru , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Sofi Ariyanti, Paritas sebagai Faktor Determinan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Masa Nifas: Studi Kasus Kota Magelang , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Ninda Salma Arianti , Foot Massage sebagai Terapi Pendukung untuk Mengurangi Nyeri dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Studi Kasus di Purwodadi , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Laila Nur Hayati, Optimalisasi Kinerja Perawat dalam Meningkatkan Mutu Layanan Keperawatan di RSUD Tengku Sulung , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Amirul Hakim, Penerapan Sistem Manajemen K3 pada Unit Hemodialisis RSUD Kecamatan Mandau: Sebuah Studi Evaluatif , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
- Halim Iswanaji Akbar, Studi Penggunaan Obat Tradisional pada Lansia dengan Hipertensi Derajat 2 di Posyandu Lansia , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
You may also start an advanced similarity search for this article.



