Studi Penggunaan Obat Tradisional pada Lansia dengan Hipertensi Derajat 2 di Posyandu Lansia
DOI:
https://doi.org/10.64845/clinergy.v1i1.21%20Keywords:
Hipertensi, Herbal , Jamu , Lansia Obat , TradisionalAbstract
Hipertensi derajat 2 merupakan faktor risiko penting dalam komplikasi kardiovaskular dan perlu mendapat penanganan yang adekuat. Obat tradisional banyak digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini berfokus untuk menggambarkan penggunaan obat tradisional pada peserta posyandu lansia yang telah terdiagnosis hipertensi derajat 2. Penelitian observasional (survey) dengan desain cross sectional, dilakukan di tiga posyandu di wilayah suatu Puskesmas di kabupaten Bantul provinsi Yogyakarta. Dengan metode concecutive sampling, wawancara dilakukan pada responden yang memenuhi kriteria: peserta posyandu lansia, terdiagnosis hipertensi derajat 2 dan bersedia mengikuti penelitian. Data dianalisis secara deskriptif. Wawancara dilakukan pada 108 pasien, rata-rata usia 67.2 ± 9 (rentang 45-90 tahun). Sebagian besar pasien (86,1%) merespon “Ya” pada pertanyaan “apakah dalam 30 hari terakhir Anda menggunakan obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah?”. Konsumsi Cucumis sativus/mentimun dilaporkan oleh 66,7% pasien (dimakan langsung, diparut atau dibuat jus), dan dianggap paling efektif menurunkan tekanan darah, diikuti oleh Citrullus lanatus/semangka (39,8%) dan beberapa buah/sayur lain. Persentase penggunaan jamu/herbal (buatan sendiri, racikan maupun kemasan) adalah 44,4%. Bahan jamu rumah tangga banyak didapat dari kebun meliputi daun seledri, daun salam, kunyit, temuireng, daun pepaya, daun alpukat. Konsumsi obat tradisional dilakukan dengan durasi rata-rata 5,5 ± 0.8 hari dalam 30 hari terakhir. Sebagian besar pasien mendapatkan informasi tentang obat tradisional tersebut dari kebiasaan setempat yang dipercaya turun menurun. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien hipertensi derajat 2 menggunakan obat tradisional terutama tanaman buah/sayur dan jamu. Tenaga kesehatan perlu menggali riwayat penggunaan dan persepsi pasien mengenai obat tradisional untuk mendukung manajemen hipertensi yang adekuat dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular,
References
Afriyanto, Wati, N., dan Ramadi, D. (2019). Analisis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Tais Kabupaten Seluma. Jurnal Ilmiah Avicenna, 14 (3), 94-103
Astuti, W. Y., & Respatie, D. W. (2022). Kajian Senyawa Metabolit Sekunder pada Mentimun (Cucumis sativus L.). Vegetalika, 11(2), 122–134.
Balitbangkes Kemenkes, R. I. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas 2018). Kemenkes RI, Jakarta.
Basuki, B., Siagian, M., Ilyas, E. I., & Amri, Z. (2004). Combined traditional
medicine and pharmacological antihypertensive drugs in a rural community of West Java, Indonesia. Medical Journal of Indonesia, 13(4), 246–251.
Chauke, G. D., Nakwafila, O., Chibi, B., Sartorius, B., & Mashamba-Thompson, T. (2022). Factors influencing poor
medication adherence amongst patients with chronic disease in low-and-middle-income countries: A systematic scoping review. Heliyon, e09716.
Kvarnström, K., Westerholm, A.,
Airaksinen, M., & Liira, H. (2021). Factors contributing to medication adherence in patients with a chronic condition: a scoping review of qualitative research. Pharmaceutics, 13(7), 1100.
Logiel, A., Jørs, E., Akugizibwe, P., & Ahnfeldt-Mollerup, P. (2021). Prevalence and socio-economic factors affecting the use of traditional medicine among adults of Katikekile Subcounty, Moroto District, Uganda. African Health Sciences, 21(3), 1410– 1417
Qi, Z. (2013). Who traditional medicine strategy. 2014-2023. Geneva: World Health Organization. Rahmawati, R., & Bajorek, B. (2018a). Factor affecting self-reported medication adherence and hypertension knowledge: A cross-sectional study in rural villages, Yogyakarta Province, Indonesia. Chronic Illness, 14(3), 212.
Rahmawati, R., & Bajorek, B. (2018b). The use of traditional medicines to lower blood pressure. Australasian Medical Journal. Rahmawati, R., & Bajorek, B. V. (2017). Self-medication among people living with hypertension: A review. Family Practice, 34(2). https://doi.org/10.1093/fampra/cmw137
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Halim Iswanaji Akbar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Ninda Salma Arianti , Foot Massage sebagai Terapi Pendukung untuk Mengurangi Nyeri dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Studi Kasus di Purwodadi , Journal Public Health and Clinical Science : Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
You may also start an advanced similarity search for this article.



