Telaah Filosofis terhadap Sumber Pengetahuan dan Teori Kebenaran dalam Menghadapi Hoaks dan Post-Truth
DOI:
https://doi.org/10.64845/riss.v2i1.142Keywords:
Epistemologi, Sumber Pengetahuan, Teori Kebenaran, Hoaks, Post-TruthAbstract
Fenomena hoaks dan post-truth menunjukkan krisis epistemik di era digital, di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur. Kondisi ini menuntut telaah filosofis terhadap konsep sumber pengetahuan dan teori kebenaran sebagai dasar untuk memahami cara manusia memperoleh serta memverifikasi pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis dengan menganalisis pandangan rasionalisme dan empirisme sebagai dua arus utama dalam epistemologi klasik, serta menelaah tiga teori kebenaran: korespondensi, koherensi dan pragmatisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoaks dan post-truth muncul akibat tergerusnya prinsip rasionalitas dan objektivitas dalam proses penilaian kebenaran.Rasionalisme menegaskan pentingnya nalar logis, sementara empirisme menuntut verifikasi faktual sebagai dasar klaim pengetahuan. Ketiga teori kebenaran berfungsi sebagai instrumen kritis untuk membedakan antara pengetahuan yang sahih dan informasi yang menyesatkan. Dengan demikian, penguatan kesadaran epistemologis masyarakat menjadi kunci dalam melawan hoaks dan post-truth melalui pemulihan nilai kebenaran, rasionalitas dan tanggung jawab intelektual.
References
Alvi Syahrin, dkk. (2020). Filsafat Ilmu dan Filsafat Hukum. Jakarta: Kencana.
Bakhtiar, A. (2017). Filsafat Agama: Wisata Pemikiran Dan Kepercayaan Manusia. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Bonjour, L. (2010). Epistemology: Classic Problems and Contemporary Respons. Lanham: Rowman & Littlefield Publisher.
Burhanuddin, N. (2018). Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.
Dictionaries, O. (t.thn.). Dipetik Oktober 5, 2025, dari Word of the Year 2016: Post-Truth.
Fery Noviandi, Shevinna Putri Anggraeni. (2025, September 6). Suara.com. Dipetik Oktober 5, 2025, dari https://www.suara.com/news/2025/09/06/134339/terungkap-video-ibu-jilbab-pink-yang-viral-bukan-ai-keluarga-jangan-terprovokasi
Ismail Marzuki, dkk. (2021). Filsafat Ilmu Era Milenial. Makassar: Fakuktas Teknik Universitas Fajar.
Jenner Simarmata, dkk. (2019). Hoaks dan Media Sosial: Saring Sebelum Sharing. t.t: Yayasan Kita Menulis.
(KBBI). (t.thn.). Dipetik Desember 5, 2025
Lubis, A. Y. (2016). Filsafat Ilmu Klasik Hingga Kontemporer . Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.
Lynch, M. (2019). Know it All Society: Truth and Arrogance in Political Culture. t.t.: Norton & Company.
M. Syaiful Padli, M. Lutfi Mustofa. (2021). Kebenaran dalam Perspektif Filsafat serta Aktualisasinya dalam Menyaring Berita. Jurnal Filsafat Indonesia, 84.
Mclntyre, L. (2018). Post-Truth. Cambridge: The MIT Press.
Muhammad Sabri, dkk. (2009). Filsafat Ilmu. Makassar: Alauddin Press.
Nasution, A. T. (2016). Filsafat Ilmu: Hakikat Mencari Pengetahuan. Yogyakarta: Deepublish.
Nurdin K, Hasriadi . (2019). Filsafat Ilmu. Palopoi: Lembaga Penerbit Kampus IAIN Palopo
Pratiwi, D. O. (2025). Penerapan Teori Kebenaran Filsafat Dalam Strategi Pemberantasan Hoaks di era Digital. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 33.
Ramadani, D. (2022). Filsafat Ilmu: Panduan Untuk Pemula. Tangerang Selatan: Perkumpulan Fata Institute-Fins .
Rohana. (2021). Filsafat Ilmu dan Kajiannya. Makassar: UPT Mata Kuliah Umum UNM.
Sanjaya, G. M. (2023). Hiax. Surabaya: t. p.
Soelaiman, D. A. (2019). Filsafat Ilmu Pengetahuan Perspektif Barat dan Islam . Banda Aceh: Bandar Publishing.
Suaedi. (2016). Pengantar Filsafat Ilmu. Bogor: IPB Taman Kencana.
Suhasti, S. E. (2020). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Prajnya Media.
Sumarna, C. (2008). Filsafat Ilmu. Bandung: Mulia Press.
Surisumantri, J. S. (1982). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar Harapan.
Waston. (2025). Filsafat Post-Truth: Krisis Kebenaran Dan Tantangan Rasionalitas Di Era Digital. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Wera, M. (2020). Merertas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial, Dan Populisme Agama. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 13.
Yani, C. (2020). Pencegahan Hoaks di Media Sosial Guna Memelihara Harmoni Sosial . Jurnal Lemhannas, 17.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andi Dian Wulandari, Andi Ulfa Wulandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Haris Maulana, Filsafat Ilmu Keislaman Sebagai Arah Pengembangan Berfikir Konstruktif , Journal Review of Islamic and Social Studies: Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
- Adib Al-Faroby, Khairuddin Lubis, Khairul Anwar, Hakikat dan Urgensi Ilmu Menurut Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadus Salihin , Journal Review of Islamic and Social Studies: Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
- Muhammad Muwefik, Hikmatul Hasanah, Strategi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Bondowoso , Journal Review of Islamic and Social Studies: Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
- Gali Sulasi, A Systems Approach to Islamic Juridical Theories Jazer Auda , Journal Review of Islamic and Social Studies: Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
You may also start an advanced similarity search for this article.



