Analisis Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Penggunaan Layanan Paylater Pada E-Commerce: Studi Kasus Di Platform Shopee

Authors

  • Siti Nurjanah Fakultas Ekonomi, Universitas Terbuka Author

DOI:

https://doi.org/10.64845/riss.v2i1.125

Keywords:

Akad Syariah , Paylater , Shopeepaylater , Riba

Abstract

Tentang perkembangnya e-commerce dimasa kini sungguh sangat pesat, membuat segala hal jauh lebih mudah sistem pembayaran yang memungkinkan membeli barang atau jasa secara kredit, lalu membayarnya di kemudian hari atau secara mencicil. Konsepnya adalah "bayar nanti", di mana tidak perlu membayar secara langsung saat transaksi, melainkan melunasinya sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan (misalnya bulanan). Layanan ini sering ditawarkan oleh marketplace dan fintech, dan tidak memerlukan kartu kredit fisik untuk menggunakannya. Dengan penelitian ini lah bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan layanan paylater (khususnya pada platform Shopee) ditinjau dari prinsip-prinsip Fiqh Muamalah (hukum transaksi Islam). Analisis difokuskan pada akad-akad yang digunakan, seperti utang-piutang (qardh), jual beli kredit (bai' bitsaman ajil), dan potensi unsur riba, gharar, atau maysir yang terkandung di dalamnya. Karena hal tersbut penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem kredit SPayLater dalam pengawasan Fiqh Muamalah diperbolehkan karena akad yang jelas antara penjual dan pembeli. Namun, sistem didalamnya  ini menjadi haram ketika terdapat bunga 5% yang dikenakan kepada pembeli jika tidak membayar tepat waktu, sehingga penting bagi pengguna untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi (terhadap syarat dan ketentuan paylater di Shopee), wawancara (dengan pakar ekonomi syariah), dan studi literatur (terhadap referensi Fiqh Muamalah). Diharapkan hasil penelitian dapat mengidentifikasi bentuk akad yang dominan dalam layanan Paylater Shopee dan menentukan status hukumnya dalam pandangan Fiqh Muamalah (halal, syubhat, atau haram), serta memberikan rekomendasi terkait praktik penggunaan layanan tersebut.

References

Aji, H. M., Berakon, I., & Husin, M. M. (2021). Covid-19 and e-wallet usage intention: A multigroup analysis between Indonesia and Malaysia. Cogent Business & Management, 8(1), 1–17. https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1886476

Aji, H. M., & Muslichah, I. (2020). The determinants of Muslim consumers’ willingness to pay for halal-labelled food. Journal of Islamic Marketing, 11(6), 1299–1316. https://doi.org/10.1108/JIMA-02-2019-0041

Ascarya, & Yumanita, D. (2008). Comparing the effectiveness of conventional and Islamic monetary policy. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 11(2), 185–218. https://doi.org/10.21098/bemp.v11i2.238

Banna, H., Alam, M. R., & Sari, N. N. (2021). Fintech-based consumer credit and financial inclusion. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 8(3), 551–561. https://doi.org/10.13106/jafeb.2021.vol8.no3.0551

Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Maqasid al-Shariah, maslahah, and corporate social responsibility. The American Journal of Islamic Social Sciences, 24(1), 25–45.

Dewan Syariah Nasional MUI. (2001). Fatwa Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No: 19/DSN-MUI/IV/2001 tentang Al-Qardh. Fatwa DSN MUI, 1–4. http://mui.or.id/wp-content/uploads/files/fatwa/19-Qardh.pdf

Firmansyah, E., & Ramdani, A. (2020). Paylater dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 12(2), 267–284. https://doi.org/10.15408/aiq.v12i2.15134

Fanny, D. M. (2024). Muamalah Fiqh Analysis Of The Use Of Shopee Paylater ( Case Study on the Shopee Application ). 16(1).

Holisoh, L. (2025). Analisis Kesesuaian Shopee Pay Later Dengan Prinsip Syari ’ ah. 3(2024), 494–505.

Hidayat, E. (2019). Tinjauan fiqh muamalah terhadap kredit konsumtif. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 11(2), 243–260. https://doi.org/10.15408/aiq.v11i2.10523

Huda, N., Anggraini, D., Ali, K., Mardoni, Y., & Rini, N. (2012). The development of Islamic financing scheme. Journal of Islamic Finance, 1(1), 1–14.

Khan, F. (2010). How Islamic is Islamic banking? Journal of Economic Behavior & Organization, 76(3), 805–820. https://doi.org/10.1016/j.jebo.2010.09.015

Komisi Fatwa MUI Jawa Timur. (2022). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa TimuR Nomor: 04 Tahun 2022 Tentang Transaksi Digital Dengan Sistem Paylater. MUI Jawa Timur, 5, 1–14.

Muhammad Irfan Almu’afi1, 2025. (n.d.). Dap Sistem Paylater Di Marketplace Digital. 55–60

Mansur, T., & Kholid, M. (2021). Analisis hukum Islam terhadap fintech paylater. Jurnal Hukum Islam, 19(1), 87–104. https://doi.org/10.28918/jhi.v19i1.4123

Masyita, D. (2018). Islamic finance and financial inclusion. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 4(1), 1–20. https://doi.org/10.21098/jimf.v4i1.732

Obaidullah, M. (2016). Revisiting Islamic monetary policy framework. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 29(1), 3–26. https://doi.org/10.4197/Islec.29-1.1

Rahman, A. R. A., & Rahim, A. (2018). Islamic fintech and its challenges. Journal of Islamic Finance, 7(2), 1–9.

Rasyid, S., & Maulida, A. (2020). Praktik paylater dalam transaksi e-commerce perspektif fiqh muamalah. Jurnal Muamalah, 6(2), 145–158.

Rosyadi, I., & Fauzan. (2021). Analisis akad dalam layanan paylater. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 11(1), 63–78. https://doi.org/10.21927/jesi.2021.11(1).63-78

Saiti, B., Hasan, A., & Masih, M. (2016). Islamic financial development and economic growth. Journal of Economic Cooperation and Development, 37(3), 1–28.

Setiawan, B., & Mahmudah, N. (2022). Paylater dan perilaku konsumtif masyarakat muslim. El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business, 12(1), 45–60. https://doi.org/10.15642/elqist.2022.12.1.45-60

Sukmana, R., & Kurnia, A. (2021). Digital economy and halal industry development in Indonesia. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 7(2), 265–284. https://doi.org/10.21098/jimf.v7i2.1376

Usman, R., & Pratiwi, A. (2020). Fintech lending dalam perspektif hukum Islam. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 19(2), 289–308. https://doi.org/10.21093/mj.v19i2.2606

Zaher, T. S., & Hassan, M. K. (2001). A comparative literature survey of Islamic finance. Financial Markets, Institutions & Instruments, 10(4), 155–199. https://doi.org/10.1111/1468-0416.00044

Downloads

Published

2016-06-05

How to Cite

Analisis Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Penggunaan Layanan Paylater Pada E-Commerce: Studi Kasus Di Platform Shopee. (2016). Journal Review of Islamic and Social Studies, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.64845/riss.v2i1.125