Kerangka Multidisiplin hingga Transdisiplin dalam Studi Agama dan Islam Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.64845/riss.v1i1.33Keywords:
Era Kontempore , Multidisiplin, Interdisiplin Studi AgamaAbstract
Kajian agama dan Islam di era kontemporer menuntut pendekatan yang mampu menjawab kompleksitas fenomena sosial, budaya, politik, dan teknologi. Artikel ini menguraikan kerangka konseptual yang mengintegrasikan perspektif multidisiplin, interdisiplin, hingga transdisiplin dalam studi agama dan Islam. Pendekatan multidisiplin memungkinkan penggunaan berbagai disiplin ilmu secara paralel, sementara interdisiplin menekankan interaksi dan sintesis antardisiplin, dan transdisiplin berupaya melampaui batas disiplin untuk membangun pemahaman yang holistik. Melalui telaah pustaka dan analisis konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa penggunaan ketiga kerangka tersebut secara adaptif dapat memperkaya metodologi penelitian, menghindari reduksionisme, serta mengakomodasi keragaman konteks dan realitas sosial umat Muslim. Penerapan kerangka ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi agama dan Islam yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
References
Abdullah, M. A. (2006). Islamic studies in higher education in Indonesia: Challenges, impact and prospects. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 44(2), 273–301. https://doi.org/10.14421/ajis.2006.442.273-301
Alatas, S. F. (2006). Alternative discourses in Asian social science: Responses to Eurocentrism. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Arkoun, M. (1994). Rethinking Islam: Common questions, uncommon answers. Boulder, CO: Westview Press.
Choi, B. C. K., & Pak, A. W. P. (2006). Multidisciplinarity, interdisciplinarity, and transdisciplinarity in health research, services, education and policy: 1. Definitions, objectives, and evidence of effectiveness. Clinical and Investigative Medicine, 29(6), 351–364.
Esposito, J. L. (2010). Islam and the West: The making of an image. Oxford: Oxford University Press.
Hidayat, K. (2015). Memahami bahasa agama: Sebuah kajian hermeneutik. Jakarta: Paramadina.
Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai ilmu: Epistemologi, metodologi, dan etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Nasr, S. H. (2002). The heart of Islam: Enduring values for humanity. New York: HarperCollins.
Nicolescu, B. (2002). Manifesto of transdisciplinarity. Albany: State University of New York Press.
Repko, A. F., Szostak, R., & Buchberger, M. P. (2019). Introduction to interdisciplinary studies (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Fadil Karim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Muhammad Muwefik, Hikmatul Hasanah, Strategi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Bondowoso , Journal Review of Islamic and Social Studies: Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
You may also start an advanced similarity search for this article.



