Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Non Hemoragik: Studi Kasus di RS Swasta Temanggung

Authors

  • Muhlis Ainur Rahim Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.64845/clinergy.v1i1.18%20

Keywords:

Constraint Induced , CIMT , Ekstremitas Atas Rehabilitasi , Motorik Stroke , Non Hemoragik

Abstract

Salah satu intervensi rehabilitasi yang terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik adalah Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), yaitu metode terapi yang mendorong penggunaan anggota tubuh yang terkena dengan cara membatasi gerakan anggota tubuh yang sehat. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan CIMT terhadap peningkatan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun yang mengalami hemiparesis sisi kanan akibat stroke non hemoragik. Intervensi CIMT dilakukan selama 10 hari dengan durasi 3 jam per hari. Evaluasi kemampuan motorik dilakukan menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA) bagian ekstremitas atas sebelum dan sesudah intervensi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi selama 10 hari, skor FMA ekstremitas atas meningkat dari 32 menjadi 45, menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam fungsi motorik seperti gerakan bahu, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Pasien juga menunjukkan peningkatan kemampuan melakukan aktivitas fungsional ringan seperti meraih objek dan menggenggam. Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Terapi ini dapat menjadi pilihan intervensi dalam program rehabilitasi pasien pasca stroke untuk mempercepat pemulihan fungsi dan meningkatkan kemandirian.

References

Brunner, I. C., Skouen, J. S., & Strand, L. I. (2012). Is Modified Constraint-Induced Movement Therapy More Effective Than Bimanual Training in Improving Arm Motor Function in the Subacute Phase Post Stroke? A Randomized Controlled Trial. Clinical Rehabilitation, 26(12), 1078–1086. https://doi.org/10.1177/0269215512443138

Chugh C. Acute Ischemic Stroke: Management Approach. Indian J Crit Care Med.

2019 Jun;23(Suppl 2):S140-S146. doi: 10.5005/jp-journals-10071-23192. PMID: 31485123; PMCID: PMC6707502

Donkor ES. Stroke in the 21st Century: A Snapshot of the Burden, Epidemiology, and Quality of Life. Stroke Res Treat. 2018 Nov 27;2018:3238165. doi: 10.1155/2018/3238165. PMID: 30598741; PMCID: PMC6288566.

Elisabeth, Lestari, A. (2017). Pengaruh Modifikasi Constraint Induced Movement Therapy Dan ROM terhadap kemampuan motorik pada pasien stroke non hemoragik di rumah sakit panti wilasa Citarum Semarang. Jurnal Keperawatan. Diakses dari http://ejournal.stikestelogorejo.ac.id/index.php/ilmukeperawatan/article/view/6 54

Hidayati, S. (2018). Analisis Praktik Klinik Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pemberian Constraint Induced Movement Therapy ROM terhadap Kemampuan Motorik di Ruang Stroke Center RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Diakses dari https://dspace.umkt.ac.id/bitstream/handle/463.2017/772/sri%20hidayati.

Hu,Y.Q. ,andBai,Y.L.(2020). The research progress in mechanism and clinical applications of constraint-induced movement therapy.Chin.J.Phys.Med. Rehabil.42,956–960.

Kemenkes RI. Laporan nasional RISKESDAS 2018. Kementerian Kesehatan RI: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018.

Kurniawan Hendri, K. (2019). Efek Sinergi Neurorehabilitasi Dengan Aerobic Exercise Intensitas Sedang Dan Manajemen Stres Terhadap Heart Rate Variability (Hrv), Level Depresi Dan Trunk Control Pasien Pasca Stroke. 100– 106. Diakses dari solo.ac.id/index.php/Int/article/view/130

PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Rencana Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

PPNI, (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tujuan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

Rika, W. F. (2016). Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2016. 1–20. Diakses dari Taub E Uswatte G, Mark VW. 2014. Implications of CI therapy for visual deficit

Downloads

Published

2025-06-20

How to Cite

Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Non Hemoragik: Studi Kasus di RS Swasta Temanggung. (2025). Journal Public Health and Clinical Science , 1(1), 10-18. https://doi.org/10.64845/clinergy.v1i1.18